Amalan Yang Mengantarkan Ke Surga (4)

عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ، قَالَ مَا لَهُ مَا لَهُ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَبٌ مَا لَهُ تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ (رواه البخاري)

Dari Abu Ayyub ra, bahwa ada seseorang laki-laki bertanya kepada Nabi Saw, “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang amalan yang akan memasukkanku ke dalam surga”. Orang tersebut berkata,: “Apakah amalan ini, apakah amalan itu?. Maka Nabi Saw bersabda, “Dia membutuhkan (amalan-amalan) tsb. Yaitu (1) kamu menyembah Allah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun, (2) kamu mendirikan shalat, (3) kamu menunaikan zakat, (4) kamu sambung hubungan kerabat (shilaturrahim). (HR. Bukhari)

Takhrij Hadits :
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahihnya, Kitab Az-Zakat, Bab Wujubiz Zakat, hadits no 1309

Hikmah Hadits :

  1. Antusias para sahabat untuk menggapai dan mendapatkan pahala surga. Hal ini menggambarkan kuatnya keimanan mereka kepada Allah Swt dan kepada Hari Akhir. Karena keimanan yg kuat, akan mendorong seseorang untuk banyak beramal shaleh. Semakin kuat iman nya maka akan semakin kuat juga dorongan nya beramal shaleh.
  2. Ada 4 amalan yg disabdakan Nabi Saw dalam hadits di atas, yg akan dapat mengantarkan seseorang ke dalam surga, yaitu :
    • Menyembah Allah dan tdk menyekutukan Allah Swt dengan sesuatu ( أن تعبد الله ولا تشرك به شيئا ). Maksudnya adalah mengimani bahwa Allah Swt adalah satu2 nya Dzat yg disembah dan meyakini bahwa tidak ada tuhan-tuhan lain, selain hanya Allah, kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, mentauhidkan atau mengesakan Allah Swt.
    • Mendirikan shalat ( وتقيم الصلاة ), yaitu menyelenggarakan dan mengerjakan shalat fardhu 5 waktu sehari semalam. Karena shalat adalah kewajiban bagi setiap orang yg beriman, dan juga sebagai pembeda antara iman dan kafir. Dalam hadits disebutkan bahwa melaksanakan shalat 5 waktu adalah ibarat seseorang yg sehari semalam mandi sebanyak 5 kali, yg tentunya orang tersebut akan bersih dari segala kotoran, debu dan noda. Demikian juga shalat yg 5 waktu akan membersihkan seseorang dari segala dosa.
    • Menunaikan zakat ( وتؤتي الزكاة ), yaitu kewajiban bagi setiap muslim tekait harta dan atau usaha yg dilakukannya, dengan nishab tertentu. Nishab zakat maal adalah 2 dinar, setara dengan 85 gr emas (Rp 85 juta). Jika telah memiliki tabungan atau investasi uang sejumlah itu atau lebih maka wajib baginya utk menunaikan zakat maalnya.
    • Menyambung hubungan kekerabatan ( وتصل الرحم ), yaitu berbuat baik terhadap kerabat keluarga, yaitu terhadap orang-orang yg masih memiliki hubungan darah dan kekerabatan dengan kita, seperti saudara kandung, saudara dari orang tua dan mertua, termasuk juga mereka2 yg memiliki kedekatan dengan orang tua kita. Dalam riwayat disebutkan : عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبَرُّ الْبِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ (رواه مسلم) Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra berkata, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya diantara kebaikan yang paling utama adalah ketika seseorang melanjutkan hubungan (silaturrahim) dengan keluarga sahabat baik ayahnya.” (HR Muslim)

Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yg bisa mengamalkan keempat pesan Nabi Saw di atas, yg oleh karenanya menjadikan kita semua dapat dimasukkan ke dalam surga. Amiin Ya Rabbal Alamiin.

Wallahu A’lam
By. Rikza Maulan Lc MAg

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top